Foto Korban Sukhoi Superjet 100 Yang Beredar Adalah Palsu

Foto korban Sukhoi Superjet100 yang santer beredar melalu beberapa media akhir-akhir ini dipastikan palsu. Bantahanmengenai foto korban sukhoi superjet 100 ini seperti yang di ungkapkan oleh Roy Suryo saat memberikan keterangan pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Minggu kemarin

Dalam klarifikasi mengenai kebenaran foto korban sukhoi superjet 100 itu hadir juga itu Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri, Brigjen Pol Musaddeq Ishaq, Kepala Disaster Victim Identification (DVI) Kombes Pol Anton Castilani, Kepala RS Polri Brigjen Pol Agus Prayitno, Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol boy Rafli Amar dan Kepala Tim Forensik Rusia, Andre Korvolev.

“Foto korban sukhoi yang beredar 100 persen palsu,” kata Roy Suryo.

Menurut pakar telematikan Roy Suryo, foto-foto yang di sebut korban sukhoi Indonesia yang telah beredar itu diambil dari dari sebuah website Brazil yang memang berisi tentang pemberitaan serta memberikan data dan foto korban kecelakaan pesawat di Pakistan pada tahun 2010 lalu.

Foto korban sukhoi superjet 100 palsu ini sebenarnya adalah foto-foto saat kecelakaan pesawaat Air Blue Pakistan 2010 lalu. Isi website itu dari sepanjang ilmu yang saya ketahui, memang berisi tentang foto-foto kecelakaan,” lanjut Roy.

Selain memberikan klarifikasi tentang berita bohong yang menyebutkan beredarnya foto korban sukhoi superjet 100 di gunung salak bogor, Roy juga menjelaskan bahwa foto palsu tersebut pertama kali di upload oleh orang yang berinisial YS melalui akun twitter miliknya. Akan tetapi akun tersebut telah di hapus.

“Foto itu disebar oleh orang yang tidak bertanggungjawab berinisial YS, di akun twitternya. Saya rekap semua buktinya,” ungkapnya. sambil memperlihatkan capture akun twitter dari orang yang berinisial YS tersebut

Berikut ini Foto korban sukhoi superjet 100 palsu yang sangat meresahkan tersebut

Foto Korban Sukhoi Superjet 100 Yang Beredar Adalah Palsu

Tulis Tanggapan Mengenai Foto Korban Sukhoi Superjet 100 Yang Beredar Adalah Palsu